Skip to main content

Mobil Sapu Angin Buatan Mahasiswa ITS


Pernah mendengar mobil Sapu Angin? Dari namanya kita pasti bisa menebak asal mobil tersebut, Indonesia. Yah, mobil ini memang buatan Indonesia, tepatnya dari Surabaya. Adalah mahasiswa ITS yang berhasil membuat mobil dengan tenaga 1 liter untuk 1000 km.
Mobil berbahan bakar gasoline ini merupakan mobil hemat energi dan ramah lingkungan. Pertama kali, mobil Sapu Angin tersebut diuji coba di sirkuit Ken Park, Kenjeran.

Rektor ITS, Prof Priyo Subropo mengatakan, mobil Sapu Angin ini akan menjadi ikon ITS dan merupakan salah satu bentuk jawaban ITS terhadap permasalahan energi global. Mobil ini akan diikutsertakan dalam kompetisi internasional Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2010 di Malaysia.
”Saya harap ITS menjadi juara, harus bisa menjadi yang terbaik bukan saja di Indonesia tapi juga di Asia,” ujar Probo.

Pada SEM 2010 ini Tim Mesin ITS akan berlomba pada dua kategori, Sapu Angin I dan II. Sapu Angin I akan diikutsertakan dalam kategori futuristic protptype, sedangkan Sapu Angin II pada kategori Urban Concept Vehicle. Saat ini, Sapu Angin II masih dalam tahap perancangan.
“Untuk Sapu Angin II kami mempunyai target satu liter bensin untuk 300 km,” ujar Wioko Yudhantara, salah satu anggota Tim Mesin ITS I. Dia juga menjelaskan, Sapu Angin I didesain untuk kapasitas satu orang, sedangkan Sapu Angin II rencananya untuk kapasitas dua atau tiga penumpang.

Tim Mesin ITS ini terbentuk sejak Agustus 2009. Sebanyak 14 mahasiswa Teknik Mesin ITS bergabung di dalamnya. Wioko mengungkapkan, ada tiga aspek utama yang diperhatikan dalam pembuatan mobil ini, yaitu berat kendaraan, efisiensi engine, dan aerodinamika.
Mengapa diberi nama Sapu Angin? Menurut mereka, nama Sapu Angin ini diambil dari ajian Sunan Kalijaga. Konon, ajian tersebut merupakan ajian Sunan Kalijaga untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat. Nama Sapu Angin sekaligus menunjukkan bahwa mobil ini benar-benar asli Indonesia.
Mobil Sapu Angin sendiri dikerjakan dalam waktu tujuh bulan. Untuk pengerjaannya, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 150 juta untuk masing-masing mobil.
Kegembiraan juga disampaikan oleh Darwin Silalahi, Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia. Menurutnya, kemajuan telah dicapai ITS dalam pengerjaan mobil prototype Sapu Angin I.
"Saya berharap tim dari UI, ITB, dan UGM akan menyusul melakukan running test,” ujarnya.
Meski Tim Mesin ITS baru pertama kali mengikuti ajang SEM, namun mereka optimis bisa memenangkan kompetisi ini. Partisipasi mahasiswa ITS ini juga bagian dari upaya untuk memberikan solusi bagi permasalahan energi dunia. ”Kami berharap mobil ini dapat diaplikasikan dalam bentuk nyata agar dapat mengharumkan nama ITS di kancah internasional tentunya,” papar Wioko







Comments

Popular posts from this blog

HAARP - AS

Apa itu HAARP? HAARP adalah project investigasi yang bertujuan untuk "memahami, menstimulasi,dan mengontrol proses ionospheric yang dapat mengubah kinerja komunikasi dan menggunakan sistem surveilans". Dimulai pada tahun 1992, project ditargetkan selesai dalam 20 tahun kedepan (selesai tahun 2012). Penjelasan Dikatakan bahwa proyek ini mirip dengan beberapa pemanas ionospheric yang tersebar di seluruh dunia dan memiliki bagian besar diagnostik instrumen yang memfasilitasi penggunaannya untuk meningkatkan pemahaman ilmiah yg berkenaan dgn ionosfir dinamika. Walaupun ditakutkan akan digunakan sebagai senjata pemusnah massal, ilmuwan yang terlibat dalam aeronomy, ruang sains, atau fisika plasma mengabaikan ketakutan ini sebagai teori yang tak berdasar. Ionosphere itu apa ya? Ionosphere adalah bagian teratas dan terpenting dalam atmosfer bumi kita. Ionosphere sangat penting karena dia menyaring radiasi chaya matahari agar tidak langsung jatuh ke bumi. Ionosphere berperan dalam me...

SMART EAGLE II -IND

Smart Eagle II merupakan prototype pertama UAV (Unman Aerical Vehicle) yang dibuat PT. Aviator Teknologi Indonesia guna kepentingan intelijen di Indonesia, terutama bagi operaional BAIS (Badan Intelijen Strategis). UAV buatan Indonesia ini pertama kali diperkenalkan kepublik pada Indo Defence 2006, saat itu ada beberapa prototype lain yang juga diikutsertakan diantaranya Wallet- UNV Tactical dan RAI buatan PT. Mandiri Mitra Muhibbah. Ini merupakan hasil pengembangan dan penelitian bersama antara Departemen Pertahanan dan Industri Strategis yang dimiliki Indonesia. Spesifikasi Selaku wahana pengamatan berjarak jangkau menengah Smart Eagle II (selanjutnya disebut SE-II) pertama kali muncul di depan publik pada penghujung tahun 2005. SE II merupakan salah satu komponen dari seperangkat sistem pengamatan via udara tanpa awak yang terdiri atas wahana udara (air vehicle), muatan (payload), dan stasiun pengendali (ground control station). Dimensi fisik SE II adalah sebagai berikut. Panjang ba...

Green Canyon _pangandaran _Des 2018

Touring akhir tahun bersama Nissan livina club, salah satunya mengunjungi tempat wisata Green Canyon