Skip to main content

Posts

Showing posts with the label RUDAL

Iran akan Uji Coba Rudal Supersonik

Teheran, PelitaOnline — IRAN berencana menguji coba rudal-rudal darat-ke-laut supersonik terbaru sebagai bagian dari latihan perang di Teluk Persia dalam beberapa hari mendatang, demikian dikatakan seorang komandan militer senior Iran, Senin (4/7). Panglima Divisi Aerospace Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan, rudal-rudal baru itu telah dirancang untuk menargetkan kapal perang dan kekuatan lain di laut. “Tahun lalu, kami menguasai (teknologi) baru rudal anti-kapal yang dapat mencapai target dengan kecepatan beberapa suara,” katanya. Hajizadeh menambahkan, rudal-rudal hasil pembaharuan ini segera akan digunakan dalam latihan perang angkatan laut IRGC “Great Prophet 6” di Teluk Persia. Komandan tertinggi militer Iran menunjukkan latihan yang sedang berjalan telah memasuki fase angkatan laut atau manuver kedua. "Pada tengah minggu, fase kedua latihan akan berlanjut dengan peluncuran latihan angkatan laut dan penggunaan rudal-rudal darat-ke...

Rudal X-51 - USA

Bagi AS punya seabreg armada rudal jelajah Tomahawk belumlah cukup. Mereka menganggap gerakan arsenal penghancur masal ini masih kelewat lambat. "Kami butuh senjata yang bisa melesat lima kali lebih cepat dari semua senjata yang ada sekarang," ujar Letjen. Robert Kehler, deputy commander dari Komando Strategis AS. Tak perlu berlama-lama. Kehler mengakui kalau saat ini AS sedang mengembangkan rudal jelajah berkecepatan hipersonik. Salah satu kandidatnya adalah X-51. Punya panjang sekitar 14 kaki (4,2 m) rudal berjulukan WaveRider mi masuk golongan arsenal eksotis dan high-tech. Dengan hidung bersudut, flaps di bagian tengah serta inletdi ba-wah perut, sosoknya merupakan gabungan antara wahana angka-sa luar dan rudal jelajah masa depan. Jangan heran bila Penta gon mematok X-51 WaveRider baru bisa beroperasi satu dekade ke depan. Uji terbang dilakukan paling cepat pada 2008. Bicara tentang kecepatan, disinilah kunci dari kesaktian X-51. Dalam kondisi normal rudal mampu melesat h...

Iran Sukses Uji Coba Rudal shahin

Iran sukses melakukan ujicoba penembakan dua rudal jarak sedang bernama Shahin (Elang). Rudal itu mampu melacak dan menghancurkan pesawat musuh yang terbang di ketinggian rendah dan sedang. "Rudal-rudal itu berhasil mengenai target-target spesifik," kata Komandan Pangkalan Udara Khatam al-Anbiya, Brigjen Farzad Esmaili, seperti dikutip kantor berita Fars, Minggu 17 April 2011. Dua rudal baru buatan Iran itu diluncurkan melalui sistem penangkal serangan udara Mersad (Penyergap). Uji coba peluncuran rudal tersebut, menurut Fars, merupakan bagian dari acara peringatan Hari Kelahiran Tentara Republik Islam Iran, yang jatuh pada 18 April sekaligus sebagai ajang untuk memamerkan kekuatan pertahanan negeri itu. Esmaili menilai kesuksesan uji coba tersebut merupakan salah satu bukti kecil dari kemampuan para pakar dan teknisi dalam negeri Iran. Sistem pertahanan udara Mersad, yang dilengkapi dengan rudal Shahin, memiliki kemampuan untuk menemukan, mengejar, dan memusnahkan segala sas...

Rudal Tetral

Seiring hadirnya empat korvet terbaru TNI-AL dari kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) yang dibeli dari galangan Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Maka otomatis TNI-AL mendapat tambahan alutsista (alat utama sistem senjata) anyar berupa rudal anti pesawat ringan, Tetral. Rudal ini menjadi bagian melekat dari korvet SIGMA yang juga dikenal sebagai kapal perang kelas Diponegoro. Pada tiap korvet SIGMA dilengkapi dua sistem peluncur, masing-masing peluncur memuat empat rudal. Tetral sendiri merupakan teknologi sistem peluncur, sedangkan basis rudalnya mengambil dari jenis Mistral. Mistral adalah rudal ringan jarak dekat yang sangat populer di pasar dunia, rudal ini dibuat oleh MBDA di Perancis. Keunggulan Tetral yakni sistemnya dapat bekerja otomatis, dikendalikan secara remote dan tergolong low maintenance. Desain Tetral dirancang untuk dipasangkan pada kapal perang dengan konsep stealth. Meski tergolong rudal ringan jarak pendek, Tetral bisa melahap multi tar...

Rudal 'Yakhont'

TEMPO Interaktif, Jakarta - TNI Angkatan Laut akan melakukan uji coba peluru kendali (rudal) Yakhont buatan Rusia dari kapal perang buatan Indonesia. "Jaraknya jauh sekali, 300 km. Jadi dari Surabaya bisa nembak ke Yogya," kata Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, dalam jumpa pers di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1). Rudal ini, kata Soeparno, akan dipasang di KRI Oswald Siahaan-354. Persiapan uji coba kini sedang dilakukan. Sasarannya, adalah kapal yang mau dihapus (dibesi tuakan). Itu buatan Amerika, satu kapal," kata dia tanpa merinci nama kapal yang dimaksud. Lokasi uji coba penembakan juga belum diutarakan. Sasaran uji coba adalah kapal angkut produksi AS yang kini ada di Komandan Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Kapal angkut yang ada di sana, kata Soeparno, umumnya sudah berusia tua karena dibuat pada tahun 1940an. "Sudah ada ijin dari pemerintah AS itu juga untuk dihapus karena sudah tidak layak pakai," kata dia. Penembakan rudal Yakhont ...

Rudal C-802 china

Peluncuran Rudal C-802 dari KRI Layang-805 yang bernaung dibawah satuan kapal patroli (Satrol) Koarmatim, merupakan rudal anti kapal permukaan buatan Cina yang mulai diperkenalkan oleh produsennya China Haiying Electro-Mechanical Technology Academy (CHETA). Gambar ini diambil saat aksi tempur laut latihan gabungan TNI 2008 di Sangata Kalimantan Timur yang disaksikan langsung presiden RI. Peluru kendali buatan negeri Tirai Bambu itu menggunakan tekonologi solid propellant rocket booster sebagai pendorong, dan menggunakan pemandu system inertial dan radar aktif. Peluru kendali dengan panjang 6,383 meter itu merupakan turunan dari rudal pendahulunya yakni YI-8 atau C-801. Yang berbeda dari pendahulunya, rudal Yingji-82 atau YJ-82 alias C-802 terletak pada penggunaan bahan bakar di mesin turbojet-nya. Jika C-801 menggunakan bahan bakar solid untuk mesin roketnya, maka untuk C-802 menggunakan bahan bakar dari parafin sehingga daya jelajahnya dapat ditingkatkan secara drastis dari 80 kilom...

Roket RX 240 -Lapan indonesia

Rudal atau peluru kendali yang dirancang khusus bagi militer Indonesia, memiliki kemampuan yang tidak kalah hebatnya dengan rudal buatan negara Asia lainnya. Departemen Pertahanan bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) terus melakukan penelitian dan pengembangan rincian rudal itu. Rincian Roket RX 240 ini sebagai berikut; Tim Riset & Pengembang : Departemen Pertahanan dan LAPAN Jenis Roket : ground to ground or air to ground Jangkauan : 389 kilometer Panjang total : 9,5 meter Berat : 500 kilogram Hulu ledak : Kaliber 70-122 milimeter Ide Pembuatan : Tahun 2005 Anggaran : Rp 2,5 miliar Bahan Bakar : Hydroxy terminated poly butadiene dan ammonium perchlorate. Tipe : Balistik Konfigurasi : Empat tingkat (tiga RX–420, satu RX- 320, dan sepasang booster) Selain itu, LAPAN sejauh ini telah mampu membuat roket dengan tingkat keunggulan yang bisa disimak dari diameter dan jarak jelajah. Pertama adalah roket berdiameter 70 mm (biasa disebut RX-70) berjarak jangkau 7,9 km...

Rudal Nour

12 Mei 2010 — Angkatan Laut dan Udara Iran sukses menguji coba rudal jelajah Nour Selasa (11/05), saat latihan perang Velayat-89 yang memasuki hari kedelapan. @beritahankam

Rudal S-200 -

29 Desember 2010 — Sistem rudal pertahanan udara S-300 dirancang mempertahankan area luas dari penyerangan pemboman atau serangan pesawat strategis lainnya. Setiap battalion S-200 mempunyai enam peluncur tunggal rudal dan radar kontrol penembakan. Iran mengklaim sukses menguji coba S-200 saat digelar latihan perang Vellayat III. Media - media besar di Iran mengatakan, negara itu berhasil melakukan uji coba rudal pertahanan generasi baru hari Sabtu (20/11) 2010 ,pada hari terakhir latihan perang lima hari itu. Salah satu pejabat Iran, Brigadir Jenderal Mohamad Hasan mengatakan, rudal buatan Iran, bernama S-200, memiliki kemampuan setara dengan sistem S-300 buatan Rusia. Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pada bulan September,melarang pengiriman rudal S-300 ke Iran sehubungan dengan sanksi Perserikatan Bangsa -Bangsa (PBB) atas Iran karena program nuklirnya yang kontroversial itu. Selain itu pemerintah Iran juga mengatakan, pihaknya berhasil menguji coba sistem rudal lain yang...

Patriot Advanced Capability-3

Petugas Jepang sedang berada di atas kapal nelayan China (warna biru), Selasa (7/9). Petugas Penjaga Pantai Jepang memasuki kapal itu untuk melakukan pemeriksaan dengan alasan kapal tersebut telah melakukan pelanggaran karena memasuki wilayah Jepang. Kapal nelayan China tersebut menabrak dua kapal patroli Jepang sebelumnya. TOKYO, KOMPAS.com - Jepang berencana akan menggunakan senjata canggih pencegah rudal pada markas pertahanan udaranya di seluruh negara untuk menepis ancaman rudal balistik milik Korea Utara, menurut laporan Kyodo News, Sabtu (11/12/2010). Pengunaan rudal pencegah Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) berada di bawah kebijakan pertahanan lima tahun baru yang akan diumumkan pada awal pekan depan, menurut Kyodo, mengutip para pejabat pemerintah dan pertahanan. Rudal PAC-3, yang dirancang untuk melumpuhkan peluru rudal darat, akan ditempatkan pada seluruh keenam gugusan rudal pertahanan udara di markas udara Pasukan Bela Diri Jepang, yang saat ini baru melengkapi ... ko...

Rudal R-Han 122

Waykanan, Lampung (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro mengatakan dalam jangka waktu selama empat tahun ke depan Indonesia akan memiliki 500 roket sebagai pertahanan negara. "Insya Allah nanti pada tahun 2014 paling sedikit ada 500 roket R-Han 122 yang akan masuk dalam jajaran pertahanan kita karena ini merupakan hasil karya anak negeri selama enam tahun," kata Menhan di Waytuba, Waykanan, Lampung, Sabtu. R-Han 122, lanjut Menhan, berfungsi sebagai senjata yang berdaya ledak optimal dengan sasaran darat ke darat dengan jarak tembak antara 11 sampai dengan 14 km sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai Alutsista TNI yang selama ini masih tergantung dengan luar negeri. "Selama ini Alustsista kita dibeli dari Amerika, namun karena kita sudah memiliki roket sendiri yang selama ini hanya diaplikasikan untuk kepentingan ilmiah atau sipil, diantaranya penginderaan jarak jauh, penelitian atmosfer, pemantauan cuaca atau peluncuran sateli...

Perbedaan Rudal Taepodong & Rudal

Selama beberapa waktu terakhir beberapa negara berlomba-lomba mengembangkan senjata rudal taktis yang bisa digunakan untuk pertahanan atau pun digunakan untuk menyerang jika dibutuhkan. Selain rudal Taepodong, milik Korea Utara yang saat ini hangat diperbicarakan, beberapa peluru kendali yang cukup terkenal adalah rudal Scud dan rudal Patriot. Rudal Scud, merupakan salah satu rudal taktis yang terkenal di dunia, terutama saat pecah perang teluk pada tahun 1990. Scud dikembangkan oleh Uni Soviet selama perang dingin untuk kepentingan sendiri dan juga di ekspor ke beberapa negara. Nama Scud diambil dari nama yang diberikan dinas intelegen barat yang memantau peredaran penjualan rudal ini. Dimana dalam laporan ke NATO, agen-agen ini memberikan nama SS-1 Scud. Nama asli rudal ini yang diberikan oleh pihak Uni Soviet adalah R-11, R-17 hingga R-300 Elbrus yang dikembangakan belakangan ini. Rudal Scud dibuat meniru rudal milik Jerman dalam perang dunia kedua yakni V-2 dan pertama kali dibuat ...

Tank BMP-3F

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Tank amfibi BMP-3F yang diproduksi Rusia adalah kendaraan tempur (Ranpur) lapis baja yang sempurna dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran masa kini (Pertempuran Asimetris). Di era 90-an BMP-3F pernah diujicoba di United Arab Emirates bersama dengan ranpur lainnya, diantaranya buatan Inggris dan Amerika. Dari hasil ujicoba tersebut memperlihatkan hasil yang memuaskan pada BMP-3F. Selanjutnya BMP-3F disempurnakan kembali khususnya untuk manuver di laut, dimana penambahan Snorkel (sirkulasi udara saat manufer di laut ruang pasukan / tempur tetap normal), dan perbaikan pada tameng di kubah untuk menahan air agar tidak masuk ruang tempur. BMP-3F memiliki beberapa fitur khusus antara lain, konstruksi (chasis) BMP-3F memungkinkan untuk dimodernisasi, mudah perawatannya dan minim pemeliharaan. Dengan adanya beberapa penyempurnaan BMP-3F menjadi ranpur segala medan yang cukup berat, namun hal ini bisa diimbangi dengan manuver dan pertahanan diri yang lebih baik T...

BM-25

Washinton, Minggu INTELIJEN Amerika Serikat yakin Iran telah memperoleh rudal-rudal terdepan yang mampu menghantam Eropa dari Korea Utara. Demikian suatu dokumen AS yang dibocorkan oleh Wikileaks dan dikutip oleh New York Times, Minggu (28/11). Surat kabar itu, dalam kawat diplomatik tertanggal 24 Februari, mengatakan "penilaian intelijen rahasia Amerika menyimpulkan bahwa Iran telah memperoleh sebuah tempat penyembunyian rudal-rudal terdepan, berdasarkan pada rancangan Rusia". Iran telah memperoleh 19 rudal Korea Utara, versi R-27 Rusia yang telah ditingkatkan, dari Korea Utara, kata kawat diplomatik itu, dan "telah berusaha keras untuk menguasai teknologi sebagai upaya untuk mengembangkan generasi baru rudal". Atas permintaan pemerintah Presiden AS Barack Obama, New York Times mengatakan mereka setuju untuk tidak mempublikasian naskah kawat diplomatik itu. "Versi rudal terdepan Korea Utara itu, dikenal sebagai BM-25, dapat membawa sebuah hulu ledak nuklir,...

Rudal Taepodong II -KORUT

Empat tahun silam, tepatnya Senin, 9 Oktober 2006, Korea Utara melakukan uji peledakan nuklir untuk pertama kalinya. Dengan uji tersebut, Korut menjadi negara kedelapan yang menyatakan diri sebagai negara nuklir setelah AS (1945), Rusia (1949), Inggris (1952), Perancis (1960), RRC (1964), India (1974), dan Pakistan (1998). Israel diyakini memiliki sekitar 200 senjata nuklir, tapi itu tak pernah dinyatakan secara terbuka. Kita ingat, reaksi dunia atas uji nuklir Korut itu amat hebat. Nuklir Korut telah mengguncangkan keseimbangan di Asia Timur. Waktu itu tebersit kekhawatiran, bagaimana kalau Jepang dan Korea Selatan lalu mengikuti jejak Korut? Memang saat itu muncul perkiraan, daya ledakan nuklir Korut lebih rendah dibandingkan dengan uji nuklir pertama negara lain, yaitu 1 kiloton atau kurang. Padahal biasanya uji nuklir pertama menghasilkan daya ledak 10 kiloton-60 kiloton. (NYT Online, 10/10/06) Selain masalah daya ledak, Korut juga masih perlu mengubah bom yang dapat diledakkan men...

rudal Mersad

High Power Illuminator Radar (HPIR). 12 April 2010 -- Iran telah mengembangkan dan sukses menguji coba sistem pertahanan udara pertama buatan dalam negeri, sistem ini lebih canggih dibandingkan rudal Hawk buatan Amerika Serikat, yang telah dioperasikan sejak 1970-an oleh Iran. Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi mengatakan Minggu (11/4) bahwa rudal anti pesawat, Mersad, mampu menghancurkan pesawat terbang pada ketinggian rendah maupun sedang. Serta dilengkapi teknologi pengolah signal radar canggih, peluncur modern dan peralatan elektronik untuk pengarah dan penentu sasaran. Teknologi terkini yang digunakan Mersad terhubung dengan sistem baterai pertahanan udara lainnya, ujar Vahidi. Jarak tembak rudal Mersad tidak diumumkan, tetapi rudal Hawk mempunyai jarak tembak hingga 15 mil. Iran mulai memproduksi skala massal rudal jarak menengah dan berencana mengirimkan ke angkatan bersenjata pada akhir tahun ini. Iran terus berusaha meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya secara mandiri g...

Rudal BRAHMOS

KOMPAS.com - India, negeri yang selama ini dikenal dengan film dan tariannya, ternyata juga handal dalam industri pertahanan. Negeri ini mampu menciptakan misil yang bisa mengalahkan missil-missil lain produksi negara maju. "Missil Brahmos, itu nama misil produksi kami. Keunggulannya, misil kami merupakan missil supersonic tercepat di dunia sekaligus dengan akurasi yang tinggi. Kecepatannya bisa mencapai 1km/detik," kata Praveen Pathak, Addl GM (Marketing Promotion) Brahmos Aerospace, perusahaan yang memproduksi missil ini dalam pameran Indo Defence 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010). Dibandingkan dengan misil subsonic yang dipasarkan saat ini, misil buatan India ini mampu bergerak lebih cepat 3 kali lipatnya. Selain itu, jarak tempuh yang bisa diraih juga bisa mencapai 2,5 - 3 kali lipat dari misil subsonic. Dan yang paling penting, daya hancur misil ini bisa mencapai 9 kali lipat dari misil subsonic populer dunia. Pathak mengatakan, "Keunggulan lain dari mi...

bom napalm

Bom jenis ini sebenarnya sudah dipake oleh pihak sekutu pada tahun 1944 ketika digunakan untuk menekan pasukan Nazi Jerman yang sudah sangat terdesak. Bom ini berbeda dengan jenis bom-bom konvensional lainnya, dimana daya hancurnya sangat mengerikan, ibarat seperti disiram oleh lautan api yang sangat dahsyat. Bom ini juga digunakan di perang Vietnam untuk menghancurkan dan membakar pemukiman gerilyawan Vietcong yang bersembunyi di balik lebatnya hutan vietnam. Yang digunakan di vietnam sebenarnya berbeda dengan digunakan pada Perang Dunia II, dimana daya bakarnya jauh lebih lama (hingga 10 menit!) sehingga daya rusaknya jauh mengerikan. Dan suhu yang tercipta dari pembakarannya hingga mencapai 1.200 derajat celcius! Sungguh mengerikan… Tersusun dari unsur low-octane gasoline, benzene dan polystyrene, bom jenis ini jadi jauh lebih berbahaya manakala pembuatannyapun sangat mudah sehingga orang biasa saja bisa membuatnya! Karena itulah senjata ini akan sangat berbahaya bila jatuh ke tang...

Rudal Exocet

Dari beragam rudal (peluru kendali) yang dimiliki TNI-AL, boleh dibilang Exocet adalah jenis yang paling populer, selain tipe rudal Harpoon, Mistral dan C-802. Pasalnya Exocet telah memperkuat TNI-AL cukup lama, yakni sejak awal tahun 80-an Rudal buatan Prancis ini mulai memperkuat jajaran alutsista (alat utama sistem senjata) TNI-AL bersamaan kehadiran frigat-frigat yang disiapkan guna mengusung Exocet sebagai senjata utama anti kapal permukaan. TNI-AL memiliki dua tipe Exocet, yakni MM38 dan MM 40. MM 38 adalah generasi pertama yang diterima TNI-AL, dan saat ini setidaknya ada delapan KRI yang mengusung Exocet MM 38. Diantaranya adalah frigat KRI Fatahilah, KRI Malahayati, KRI Ki Hajar Dewantara dan KRI Nala. Sedang empat KRI lainnya berjenis Kapal Cepat Rudal buatan Korea, yakni KRI Rencong, KRI Mandau, KRI Badik dan KRI Keris. Setiap kapal pengusung, membawa empat buah rudal yang memiliki kecepatan sub sonic. Dilihat dari usianya, versi MM 38 kini sudah tergolong usang. Untuk itu ...