Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Riset

Remote Control Bertenaga Surya

Murata, perusahaan tekonologi Jepang, bekerjasama dengan Universitas Kansai dan Mitsui mengembangkan sebuah remote control yang tidak mengharuskan penggunanya memencet tombol. Menggunakan perangkat yang diberi nama Leaf Grip, pesawat televisi ataupun perangkat elektronik lain dapat dikendalikan dengan membengkokkan dan menggerakkan remot dengan berbagai cara. Alat ini sendiri diklaim sebagai puncak hubungan manusia dengan mesin. “Remote ini memiliki desain konseptual baru yang mampu beroperasi dengan membengkokkan dan membelokkan remote,” sebuat Murata, seperti dikutip dari TechCrunch, 26 September 2011. Remote ini mempunyai spesifikasi lintasan sensor pada kedua ujung kutub yang dihubungkan dengan sebuah plat yang terbuat dari film Pizoelektrik. Film tersebut terbuat dari bahan Kristal yang mampu menghasilkan aliran listrik. Ia juga dapat mendeteksi seperti gerakan. Selain itu, remote control juga menggunakan pigmen untuk mengosongkan elektron saat remot menerima cahaya dan dirakit de...

Peneliti Berhasil Produksi Sperma di Lab

Sperma merupakan sel yang kompleks. Ekor, spiral mitokondria bagian tengah, kepala yang memiliki desain khusus sehingga mampu menembus bagian membran luar telur, merupakan hasil dari proses pengembangan yang sangat canggih di dalam testis. Selama hampir satu abad, peneliti selalu gagal dalam menciptakan proses ini di lab. Namun kali ini peneliti telah semakin dekat. Mereka berhasil menumbuhkan testis dalam cawan dan menggunakan sperma yang diproduksi untuk membuahi tikus. Menurut para peneliti, temuan ini berpotensi memperbaiki In Vitro Fertilization (IVF) dan teknik inseminasi buatan pada manusia. Dalam pengujian, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Takehiko Ogawa, pakar reproduksi dari Yokohama City University, Jepang, mencopot testis milik tikus bayi yang baru berusia 2 atau 3 hari. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa testis tikus itu belum punya sperma yang berusia matang. Peneliti kemudian menempatkan testis tersebut di cawan petri berisi media khusus yang mencakup komponen...

Ponsel Android Akan Dikirim ke Luar Angkasa

Peneliti asal University of Surrey, Inggris, bekerjasama dengan Surrey Satellite Technology Ltd, sebuah perusahaan pembuat satelit berusaha mengembangkan satelit mini yang disebut STRaND-1 (Surrey Training Research and Nanosatellite Demonstrator). Ini satelit mini yang menggunakan komponen yang umum dipasang di smartphone. “Jika smartphone terbukti bisa bekerja di luar angkasa, maka akan terbuka jalan terhadap hadirnya banyak teknologi baru,” kata Chris Bridges, ketua tim peneliti STRaND-1, seperti diktip dari Space, 26 Januari 2011. Bagi banyak orang atau perusahaan bergerak di bidang-bidang yang terkait angkasa luar, kata Bridges, teknologi ini memungkinkan mereka untuk tetap berkomunikasi dengan biaya yang lebih terjangkau. Menurut para peneliti, dengan bobot kurang dari empat kilogram, harga komponen-komponen smartphone itu kurang dari US$476 atau Rp4,28 juta. Adapun ongkos pembuatannya menjadi satelit lebih murah dari harga sebuah mobil. “Seluruh proyek, termasuk biaya produksi da...

Angkatan Laut AS Ciptakan Senjata Laser

Angkatan laut Amerika Serikat tengah berupaya memperbarui armada mereka dengan senjata laser. Dalam pengujian, sebuah senjata laser masa depan yang dipasang di kapal penjelajah berhasil meledakkan sebuah perahu motor di perairan samudera Pasifik. Uji coba ini merupakan yang pertama dilakukan di tengah laut dan menggunakan senjata yang menjadi tonggak bersejarah bagi angkatan laut negeri itu. “Kami berhasil menciptakan efek menghancurkan pada target yang bergerak dengan kecepatan tinggi,” kata Nevin Carr, Chief of Naval Research, seperti dikutip dari Foxnews, 13 April 2011. Uji coba itu dilakukan di lepas pantai California, menggunakan senjata laser yang dipasang di geladak kapal uji coba pertahanan angkatan laut, USS Paul Foster. Laser ditembakkan dari jarak jauh ke sebuah perahu motor kecil dan menimbulkan api yang kemudian berkobar. Namun sejumlah detail seperti kepastian jarak tembak, dirahasiakan. “Kami menembakkan laser dalam hitungan mil, bukan sekadar yard,” ucap Carr. Sebagai i...

Ilmuwan Jepang Berhasil Buat Sperma di Luar Tubuh

Peneliti di Yokohama City University berhasil membuat sperma tikus dan menggunakannya untuk menghasilkan keturunan. Sebuah perkembangan yang dapat menolong pria mandul. Sperma itu ditumbuhkan di luar tubuh tikus menggunakan jaringan yang berisi sel induk sperma, disebut spermagonia, yang diambil dari bayi-bayi tikus. Para ilmuwan dari Jepang tersebut lalu mengembangkan sel menjadi sperma menggunakan bahan-bahan kimia yang meniru lingkungan alami tempat mereka tumbuh. Cairan campuran bahan-bahan kimia tersebut disebut KSR (knockout serum replacement), formula yang digunakan untuk menjaga sel induk tidak berubah. Di sini, Takehiko Ogawa, profesor urologi dari Jepang, mendapati efek yang berlawanan. Ia dan rekan-rekannya mendapati spermagonia berubah menjadi sperma dewasa. "Kami belum dapat faktor kunci yang membuat KSR bekerja seperti itu," aku Ogawa. "Ini jadi tantangan kami berikutnya. Kami akan menentukan faktor itu dan membuat media yang lebih baik untuk mengembangkan ...

Lumba-Lumba Bisa Ngobrol dengan Manusia

Bak sepasang sahabat baru yang saling berbagi, sejumlah ilmuwan berhasil berkomunikasi dua arah dengan lumba-lumba meski hanya memakai bahasa konvensional. Seperti diketahui, lumba-lumba masih menjadi makhluk hidup paling cemerlang kedua setelah manusia di dunia. Ia juga memiliki fitur otak yang kaya dan kecerdasan tinggi. Memang, hewan mamalia pintar ini mudah kita temui di pusat satwa air, misalnya di Sea World. Di salah satu area pertunjukan, biasanya mereka berkomunikasi dengan para pawang di penangkaran. Sekelompok lumba-lumba akan menghibur para pengunjung dan kemudian sang pawang memberi ikan untuk sebagai hadiahnya. Namun, kali ini ceritanya agak berbeda. Sejumlah ahli biologi perilaku baru saja berhasil membangun komunikasi dua arah dengan lumba-lumba liar di alam bebas pada studi pertamanya. Dialah Dr Denise Herzing dan beberapa koleganya yang melakukan studi di Wild Dolphin Project Florida, Amerika Serikat. Mereka telah membentuk bahasa primitif dengan menggunakan suara, sim...

Kentang Elektrik Ternyata Lebih Sehat

Para ilmuwan telah menemukan cara untuk membuat kentang sehat, yaitu dengan dialiri aliran elektrik. Menurut temuan mereka, sayuran yang dialiri aliran elektrik akan membuatnya lebih bergizi. Kentang dengan daya elektrik akan menghasilkan embusan antioksidan yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan otak. Diangkat ke tingkat industri, proses ini tampaknya akan lebih murah dan dapat memberikan kesan baru. Uji coba lain dalam penelitian yang sama menemukan bahwa dengan menggunakan ultrasound pada kentang dapat memberikan manfaat serupa. Peneliti Kazunori Hironaka mengatakan bahwa antioksidan yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran gizinya sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit kronis, seperti kanker, jantung, diabetes, dan penyakit saraf. Dr. Hironaka melakukan penelitian lebih jauh karena terinspirasi oleh observasi bahwa kekeringan, fibrilasi, stres dan tantangan alam lainnya menyebabkan sayuran menghasilkan lebih banyak antioksidan. Dia menemukan bahwa belum pernah dilakuk...

UGM Kembangkan Teknologi Biogas Buah

Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan teknologi pengelolaan limbah buah menjadi biogas yang dapat digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. "Instalasi biogas itu dibangun di Pasar Buah Gemah Ripah Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," kata Koordinator Program Waste Refinary Universitas Gadjah Mada (UGM) Siti Syamsiah di Yogyakarta, Rabu (9/2). Menurut dia, instalasi yang telah ada itu dapat digunakan untuk mengolah limbah di Pasar Buah Gemah Ripah berupa buah-buahan busuk untuk dijadikan biogas yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk menghidupkan listrik. "Pasar Buah Gemah Ripah setiap hari menghasilkan empat ton limbah buah busuk. Limbah buah yang ada selama ini tidak pernah dimanfaatkan dan langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir," katanya. Dia mengatakan melalui instalasi biogas itu, empat ton sampah buah yang dihasilkan setiap hari di pasar tersebut dikonversi menjadi biogas sebanyak 333 newton kubik meter p...

Ilmuwan Menyelidiki Bersin di Singapura

Pria ini menaruh tissue di hidungnya, agar ia dapat bersin. Ia adalah sukarelawan dalam studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Singapura. Mereka ingin menyelidiki, bagaimana influenza ditularkan. Eksperimen dilakukan dengan cermin khusus dan kamera kecepatan tinggi, untuk merekam variasi kepadatan gas ketika manusia bersin. Peneliti virus Dr Julian Tang berkata, hal ini akan membuka informasi baru tentang bagaimana wabah penyakit seperti flu babi dapat menyebar. [Dr Julian Tang, Virolog RS Univ. Nasional Singapura]: "Selama musim SARS, H5N1 dan H1N1, ada banyak kekhawatiran tentang batuk, dan bersin, atau apakah kita mengenakan masker. Kami menyadari, tak ada pengetahuan maupun informasi dasar tentang arus nafas yang normal, yang sesungguhnya berpotensi untuk menularkan infeksi.” Menurut Pusat Kontrol Penyakit, influenza biasanya ditularkan melalui bersin atau batuk, namun sedikit yang diketahui tentang seberapa jauh virus...

Ilmuwan Menyelidiki Misteri Petir

Fenomena alam yang menakjubkan, tapi hanya sedikit yang diketahui tentang petir. Kini para ilmuwan telah mulai membuka rahasianya. Dustin Hill adalah siswa PhD di Universitas Florida, dan menyebut dirinya pecandu petir. [Dustin Hill, Mahasiswa PhD, Universitas Florida] “Dari sudut ilmu pengetahuan, tujuan kami adalah untuk mengerti bagaimana petir dimulai, bagaimana dia bergerak dan terhubung ke struktur dasar tanah. Ini tiga misteri utama.” Petir disebabkan oleh gabungan kandungan listrik dalam badai. Petir dapat bergerak jauh dan cepat, serta membakar lebih panas dari permukaan matahari. Selain itu, hampir tak ada yang diketahui tentangnya. Di Pusat Penelitian Petir di universitas, para ilmuwan menciptakan petir buatan. Dalam kondisi badai yang tepat, mereka menembakkan roket ke udara, yang dihubungkan dengan kawat tembaga. Ketika kawat bersentuhan dengan awan badai yang mengandung listrik, petir menyambarnya ke tanah dengan hasil yang spe...

Peneliti: Jangan Sepelekan Kecerdasan Domba

Penelitian terbaru ternyata mengungkapkan hal yang selama ini di luar perkiraan orang. Domba ternyata tidak sebodoh yang dikira selama ini. Dr Laura Avanzo dan Dr Jeniffer Morton dari University of Cambridge mengatakan bahwa domba atau biri-biri ternyata cukup cerdas dan dapat membuat sebuah keputusan yang mandiri. "Domba hidup dalam sebuah kumpulan dan mereka kadang terlihat bodoh. Namun, saat Anda menemuinya sebagai sebuah individu, mereka bisa berlaku dengan cara yang berbeda," kata Dr Morton. Dr Avanzo dan Dr Morton mengatakan, hal ini mirip dengan manusia di mana mereka bisa bersikap berbeda ketika mereka berada dalam sebuah kawanan dan dalam keadaan sendiri. Temuan ini sendiri terjadi secara kebetulan, di saat peneliti hendak melakukan riset tentang Penyakit Huntington, yakni penyakit bawaan yang menyebabkan seseorang menjadi demensia atau pikun. Dalam penelitian mereka, tujuh biri-biri betina jenis Ovis aries disertakan dalam serangkaian ujicoba. Mereka dihadapkan pada...

Kelelawar Ilhami Teknologi Penginderaan

Jakarta - Alam sekitar merupakan gudang inspirasi bagi siapa saja yang peka mengenalinya. Demikian juga halnya dengan kelelawar yang mengilhami para ilmuwan mengembangkan teknologi penginderaan terbaru untuk robot dan kendaraan tanpa awak. Kelelawar, biasa memanfaatkan echolocation dalam mencari mangsa dan bernavigasi. Ini jadi satu poin penting yang disorot para ilmuwan. Echolocation atau disebut juga biosonar, adalah sonar biologis yang bekerja seperti sensor untuk membantu hewan mengenali kondisi di sekelilingnya. Dilansir Science Popular dan dikutip detikINET, Rabu (9/2/2011), para ilmuwan juga menemukan bukti bahwa kelelawar bisa menyimpan dan menghitung informasi penginderaan yang diterima dengan cepat. "Tak hanya itu, telinga kelelawar pun sangat menakjubkan. Bagian ini secara khusus dirancang untuk menangkap suara dan getaran di udara. Dengan meniru geometri fitur seperti ini akan sangat bermanfaat bagi sistem penerbangan otomatis," kata Rolf Mueller, asisten profesor...

Ilmuwan Jepang Siap Hidupkan Kembali Mammoth

Sekelompok ilmuwan asal Jepang berencana untuk mencoba membawa mammoth kembali ke kehidupan sekarang. Ini setelah mereka akan membangun sistem dengan cara mengekstrak DNA dari sel beku gajah purba. Tim Universitas Kyoto ke Siberia musim panas ini untuk mencari jaringan sel beku mammoth. Jika ekspedisi tidak berhasil, tim ini yakin bahwa sel yang sesuai dapat diperoleh dari mammoth yang diawetkan di laboratorium penelitian Rusia. “Persiapan untuk mewujudkan tujuan ini telah dibuat,” kata ketua tim Akira Iritani, pemimpin tim dan profesor emeritus Universitas Kyoto, kepada AP, Minggu (16/1/2011). Usaha ini tentunya menjadi jalan panjang, sebab usaha-usaha sebelumnya untuk mengkloning hewan yang telah punah mengalami kegagalan karena inti dalam sel itu terlalu parah rusak oleh kristal es. Namun pada tahun 2008, ilmuwan Jepang berhasil mengkloning tikus dari sel yang telah dibekukan selama 16 tahun, meningkatkan harapan bagi kebangkitan hewan raksasa ini. Jika inti dapat berhasil diekstrak...

Remaja AS Temukan 'Senjata Death Ray'

ilmuwan besar AS yang sempat menjadi asisten Thomas Alva Edison, Nikola Tesla, sempat mengajukan konsep senjata Death Ray yang sangat mematikan. Namun, hingga Tesla meninggal, belum ada yang benar-benar menemukan prototipe Death Ray besutan Tesla, yang diklaim mampu menghancurkan obyek musuh dari jarak yang sangat jauh, tanpa bekas. Seperti dilansir DailyMail, belum lama ini seorang remaja asal AS berhasil membuat sebuah senjata Death Ray dalam skala yang lebih kecil. Eric Jacqmain, pemuda 19 tahun asal Indiana AS, berhasil membuat sebuah alat yang ia namakan 'Solar Death Ray 5800'. Ia memang memiliki konsep yang agak berbeda dengan Death Ray besutan Tesla, karena temuan Jacqmain tidak menggunakan elektromagnet, melainkan memanfaatkan kekuatan panas matahari. Solar Death Ray terbuat dari antena parabola berbahan fiberglass, yang memiliki 5800 potongan cermin kecil yang mampu merefleksikan sinar matahari ke satu titik fokus yang sama. Hasilnya, alat itu mampu melelehkan baja, a...

Ilmuwan menemukan tanaman yang bisa mendeteksi keberadaan bahan berbahaya di sekitarnya.

Bukan cuma bunglon yang bisa berganti warna kulit. Ternyata, tanaman pun kini bisa berubah warna sesuai dengan kondisi yang menaunginya. Adalah June Medford, seorang pakar biologi dari Colorado State University, yang berhasil melakukan rekayasa genetik terhadap tanaman arabidopsis, sehingga tanaman tersebut bisa berganti warna. Seperti dikutip dari situs PCWorld, tanaman hasil rekayasa Medford dan timnya, akan berubah warna dari hijau menjadi putih saat tanaman itu mendeteksi kehadiran unsur berbahaya di dekatnya, seperti obat terlarang, polutan, atau bahkan material eksplosif. Awalnya, Medford menggunakan komputer untuk mendesain protein tanaman bernama reseptor. Kemudian, Medford memanfaatkan bakteri untuk memodifikasi reseptor tanaman tersebut. Dengan struktur genetika yang telah dimodifikasi, maka reseptor tumbuhan bisa mendeteksi partikel-partikel bahan kimia berbahaya, polutan, bahan peledak, atau ancaman lain. Saat mendeteksi kehadiran zat-zat tersebut, tanaman akan mengirimkan...

Burung Bisa "Lihat" Medan Magnet Bumi

Burung dapat "melihat" medan elektromagnetik bumi ketika mereka terbang di angkasa. Para ilmuwan mengatakan banyak makhluk hidup, termasuk burung, dapat merasakan kekuatan magnet bumi untuk membantu navigasi mereka ketika terbang. Tetapi sekarang peneliti menemukan reaksi berbeda yang dihasilkan pada mata setiap burung tergantung arah putaran medan magnet. Reaksi itu bisa menciptakan sebuah gambar medan magnet dalam nuansa berbeda, gelap dan terang pada mata burung, kata para peneliti menurut laporan Daily Mail. Para peneliti juga mengatakan, jika benar itu akan menjadi contoh lain keajaiban alam --dalam ujicoba menggunakan bahan kimia paling eksotis mereka menemukan, hasilnya tidak bisa menyamai kemampuan yang dimiliki mata burung. Teori kompleks ini melibatkan pemeriksaan proses dimana cahaya dipancarkan oleh mata seekor burung, yang telah menarik perhatian komunitas ilmiah lebih dari 30 tahun. Pada akhir 1970-an fisikawan Schulten Klaus menyimpulkan bahwa burung menavigasi...