Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2011

Laser Toothbrush: sikat gigi dengan sinar laser

Masih belum puas dengan teknologi Dental Air Force yang membersihkan gigi anda dengan cara menyemprotnya dengan air yang kencang? Yah udah, untung saja sudah ada teknologi laser di sikat gigi terbaru. :-) Laser Toothbrush adalah sikat gigi terbaru yang menggunakan sinar laser untuk membantu membersihkan gigi anda. Jangan kuatir, sinar laser yang ada sangat aman digunakan bahkan tidak akan membakar selembar tissue sekalipun. Sinar laser sendiri akan mati secara otomatis apabila pemakaian sudah digunakan selama 55 detik, sesuai dengan rekomendasi yang dianjurkan. Laser Toothbrush selain diyakini dapat menghilangkan plag atau karang pada gigi, penggunaan laser pada sikat gigi ini juga bisa mengurangi rasa sakit pada gigi, gigi yang sensitif maupun nafas tak sedap. Dan anda tidak memerlukan pasta gigi lagi, kata si pembuat. Harga Laser Toothbrush adalah US$ 69.95 (sekitar Rp. 750.000). sumber ngobrolaja.com

Scientists Develop Plant Bomb Detector

U.S. scientists develop plants that can detect bombs. How, they "teach" the plant proteins to change color when a certain chemical element. Application of research results is not difficult, for example, plants that can be used wrapped around the security gates. When the terrorists with explosives approached, all the plants change color to white. Daily Mail report, the plant was working because reseptorprotein in the DNA of plants naturally respond to stimulus threat by releasing chemicals called terpenoids to thicken the epidermis of leaves, the result leaves change color. The research was undertaken by the University of Colorado biology professor, June Medford joint headquarters U.S. armed forces, the Pentagon. "Plants can not run or hide from threats, so they developed a sophisticated system to detect and respond to their environment," said professor Medford. The researchers designed a computer program to manipulate the plant's natural defense mechanism to &qu

Rudal Tetral

Seiring hadirnya empat korvet terbaru TNI-AL dari kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) yang dibeli dari galangan Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Maka otomatis TNI-AL mendapat tambahan alutsista (alat utama sistem senjata) anyar berupa rudal anti pesawat ringan, Tetral. Rudal ini menjadi bagian melekat dari korvet SIGMA yang juga dikenal sebagai kapal perang kelas Diponegoro. Pada tiap korvet SIGMA dilengkapi dua sistem peluncur, masing-masing peluncur memuat empat rudal. Tetral sendiri merupakan teknologi sistem peluncur, sedangkan basis rudalnya mengambil dari jenis Mistral. Mistral adalah rudal ringan jarak dekat yang sangat populer di pasar dunia, rudal ini dibuat oleh MBDA di Perancis. Keunggulan Tetral yakni sistemnya dapat bekerja otomatis, dikendalikan secara remote dan tergolong low maintenance. Desain Tetral dirancang untuk dipasangkan pada kapal perang dengan konsep stealth. Meski tergolong rudal ringan jarak pendek, Tetral bisa melahap multi tar

First Solar Aircraft

NASA made history once again new. This time the space agency from the United States had successfully created the first spacecraft-based solar power. At first it sounds like science fiction excerpts. But now NASA has made unmanned spacecraft without fuel minerals. Unlike any other spacecraft, NanoSail-D-like shape kites are relatively smaller size and its orbit is not too high from the top surface of the Earth. NanoSail-D using solar radiation pressure to make it move and fly at high speed. NASA said the satellite is only tiny at 100 square feet and operate according to plan. Actually NanoSail-D has been released into the air since January 20, 2011 last. However, that day can not be used as the first day he flew to NASA successfully receives the frequency of data packets from NanoSail-D, ie, five days later. "This is the first time NASA launched a spacecraft to orbit the lowest in the surface of the Earth," said Dean Alhorn, NASA spokesman, who quoted from Dailymail VIVAnews,

Sperma Dipakai Untuk Menulis Pesan Rahasia

Agen mata-mata Inggris atau MI6 menggunakan sperma untuk menulis pesan rahasia selama Perang Dunia I. Karena khawatir ketahuan musuh, pihak M16 berusaha mencari formula untuk menulis pesan rahasia tanpa terdeteksi uap yodium yang saat itu merupakan metode paling mutakhir dalam mendeteksi pesan rahasia. Hal ini terungkap dalam catatan harian seorang wakil kepala intelijen militer di Prancis, Walter Kirke. Dalam sebuah catatan pada Juni 1915, ia mengungkap adanya permintaan tinta tembus pandang yang tidak mudah terdeteksi dari pimpinan tertinggi MI6 kepada ilmuwan di London University. Rabu (22/9/2010), permintaan itu akhirnya mendapat tanggapan pada bulan Oktober 1915. Dalam surat tanggapan, para ilmuwan ternyata hanya menyarankan agar pesan rahasia ditulis dengan cairan yang sangat mudah didapatkan yakni sperma atau air mani. Catatan harian itu juga mengungkap betapa gembiranya sang pimpinan yang namanya dirahasiakan saat mendapat jawaban tersebut. Selain karena mudah didapat, hasil pe

Smart Math After Brain electrocuted

NgePas | Smart Math After Brain electrocuted - Diskalkulia a learning disorder characterized by difficulties in calculating the figures. The flow of electricity in certain parts of the brain was able to overcome these problems and even its effects can last up to 6 months. Of course, how to supply power to the brain is not as easy to turn on the lights. There are certain techniques which if not done properly it causes the opposite effect that is increasingly difficult to do the math. In an experiment, scientists from Oxford University were able to find appropriate techniques to overcome diskalkulia with electricity. This experiment involving 15 students ranging in age from 20 to 21 years. When an electric current of 1 miliampere (mA) flowed in the brain in the parietal lobe that regulates the ability of numerical and mathematical, the volunteers feel the effect is quite significant. But its effect depends on the direction of flow berfariasi electricity. If the flow of the right parietal

Ponsel Berefek Positif bagi Penderita Alzheimer

Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan University of South Florida menemukan bahwa penggunaan ponsel berefek positif bagi penderita Alzheimer. Penelitian ini dilakukan terhadap 96 tikus yang gennya telah dimodifikasi sehingga menderita Alzheimer. Tikus-tikus tersebut dipaparkan pada gelombang elektromagnetik berfrekuensi 918 Mhz dua kali sehari dalam durasi selama satu jam. Pemaparan itu dilakukan selama tujuh hingga sembilan bulan--waktu yang setara dengan beberapa dekade bagi manusia. Pada tikus tua yang menderita Alzheimer, pemaparan gelombang elektromagnetik menyebabkan hilangnya beta-amyloid, fragmen protein yang terkumpul dalam otak penderita Alzheimer. Kerusakan yang terjadi pada daya ingat juga menghilang. Tikus muda yang tidak memiliki tanda kerusakan ingatan terlindungi dari Alzheimer setelah beberapa bulan dipaparkan pada gelombang ponsel tersebut. Selain itu, daya ingatan tikus normal--gennya tidak diubah agar berpenyakit Alzheimer--meningkat setelah terpapar gelombang el

Mouse Biodegradable Pertama di Dunia

TOKYO, KOMPAS.com - Produsen komputer dan solusi teknologi informasi dari Jepang, Fujitsu, baru saja memperkenalkan mouse biodegradable. Kelihatannya remeh, hanya segenggam, namun produk yang diberi label M440 ECO Mouse itu adalah mouse pertama di dunia yang selubungnya bisa didaur ulang 100 persen. Tak lagi menggunakan plastik konvensional, bahan baku mouse tersebut menggunakan plastik biodegradable Arboform dan Biograde. Kedua material bentuknya mirip plastik pada umumnya, namun bahan bakunya dari sumber yang terbarukan sehingga limbahnya bakal mudah terurai. Arboform terbuat dari lignin, produk sampingan dari industri kertas produksi perusahaan bernama Tecnaro. Sementara Biograde berasal dari serat kayu yang diproduksi FkuR. Fujitsu juga memastikan bahwa kabel mouse tersebut tidak mengandung PVC, bahan yang berbahaya bagi lingkungan. "Dengan memilih mouse ini, pelaku bisnis yang peduli lingkungan bisa merasa lebih nyaman karena mereka telah membantu mengurangi emisi karbon diok

Rudal 'Yakhont'

TEMPO Interaktif, Jakarta - TNI Angkatan Laut akan melakukan uji coba peluru kendali (rudal) Yakhont buatan Rusia dari kapal perang buatan Indonesia. "Jaraknya jauh sekali, 300 km. Jadi dari Surabaya bisa nembak ke Yogya," kata Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, dalam jumpa pers di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1). Rudal ini, kata Soeparno, akan dipasang di KRI Oswald Siahaan-354. Persiapan uji coba kini sedang dilakukan. Sasarannya, adalah kapal yang mau dihapus (dibesi tuakan). Itu buatan Amerika, satu kapal," kata dia tanpa merinci nama kapal yang dimaksud. Lokasi uji coba penembakan juga belum diutarakan. Sasaran uji coba adalah kapal angkut produksi AS yang kini ada di Komandan Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Kapal angkut yang ada di sana, kata Soeparno, umumnya sudah berusia tua karena dibuat pada tahun 1940an. "Sudah ada ijin dari pemerintah AS itu juga untuk dihapus karena sudah tidak layak pakai," kata dia. Penembakan rudal Yakhont

Cara Makan Masa Depan: Menghirup

Banyak orang membatasi konsumsi makanan 'enak' lantaran takut gemuk. Menyiasati persoalan ini, sebuah makanan 'masa depan' diciptakan demi mengakomodasi kepuasan menyantap makanan tanpa memikirkan kalori. Menggunakan mangkok futuristik yang disebut 'Le Whaf', Anda bisa merasakan nikmatnya sajian pembuka, makanan utama hingga menu penutup sepuasnya tanpa takut gemuk. Cukup dengan menghirupnya, sensasi nikmat seluruh sajian bisa Anda rasakan seketika. Gumpalan asap yang tercipta dari 'mangkok ajaib' itu perlahan menyajikan berbagai makanan lezat sesuai keinginan. Mulai dari kue berlapis cokelat leleh, es krim vanila, hingga steak daging panggang bertabur keju. Menghirup asap yang tercipta dari mesin di dasar mangkok, mulut akan terasa hangat dan kering. Semakin banyak gumpalan asap yang terhirup, penikmat akan merasakan sensasi aroma dan kelezatan makanan pilihan yang semakin nyata. David Edwards, sang penemu yang merupakan profesor Universitas Harvard sek

6 Senjata Sniper Paling Mematikan Di Dunia

1.H&K G-3 Senapan ini sebenarnya adalah senapan serbu biasa. Tetapi karena punya fitur - fitur yang melebihi senapan serbu biasa seperti: kalibernya 7,62 x 51 mm, magasennya hanya muat 20 butir peluru saja dan terlalu berat. Selain itu jarak jangkau yang lebih jauh dari senapan serbu biasa yang berkaliber 5,56 x 45 mm NATO dan berakurasi jempolan maka penggunanya mencoba memasangkan teleskop pengintip sasaran di atasnya dan hasilnya positif. G - 3 mampu menghantam target plat baja dengan telak pada jarak 750 meter. 2.Psg-1 PSG - 1 merupakan pengganti G - 3. Senapan bersistem semi otomatis ini merupakan senapan andalan regu penembak jitu pasukan khusus AD Jerman hingga saat ini. Dengan modal peluru kaliber 7,62 x 51 mm NATO senapan ini bisa menjangkau sasaran pada jarak 850 meter tanpa kesulitan yang berarti. Kemampuan tersebut didapatkan berkat heavy barrel yang diaplikasikan pada larasnya. Sistem Heavy Barrel dapat meningkatkan akurasi karena vibrasi pada laras dapat diminimalisir

Ilmuwan Kembangkan Pembungkus Makanan dari Bakteri

Ilmuwan mengembangkan teknik pelapis kertas dengan nanopartikel perak. Ini merupakan kombinasi bakteri kertas yang cocok sebagai bahan kemasan makanan. Bahan perak sebelumnya banyak digunakan untuk melawan bakteri dan nanopartikel. Perak sudah sering digunakan dalam industri tekstil, serat, plastik dan logam nuntuk aplikasi biomedis. Teknologi ini digunakan untuk melapisi luka dan kateter tahan mikroba. Materi ini juga dapat dipakai sebagai bahan penghilang bau pada kaos kaki. Awalnya, ilmuwan belum mampu mengumpulkan partikel perak yang setara satu per 50 ribu ketipisan rambut manusia, dalam sebuah lapisan kertas biasa. Namun, materi terbaru yang menggunakan ultrasound atau gelombang suara berfrekuensi tinggi, mampu menahan partikel itu di dalam kertas. Teknik yang diperkenalkan tim ilmuwan yang dipimpin Aharon Gedanken dari Bar-Ilan University, Israel, ini dipublikasikan di jurnal Langmur yang diterbitkan American Chemical Society. Dalam uji coba laboratorium, lapisan yang disebut se

Si Robot Nao Unjuk Kebolehan di Jakarta

KOMPAS.com - Pembukaan World Robotic Explorer Sabtu (11/12/10) kemarin diramaikan dengan kehadiran robot Nao, sebuah robot humanoid hasil produksi Aldebaran Robotics, perusahaan pengembangan robot yang berpusat di Perancis. Apa itu Nao? Bruno Maisonnier, CEO Nao Foundation mengungkapkan, "Nao bukan singkatan. Nao bisa berarti dekat dengan nanoteknologi yang kini jadi tren, bisa juga berarti otak atau terang." Digolongkan sebagai robot humanoid, maka Nao mampu menunjukkan ekspresi kemanusiaannya. Misalnya, robot ini mampu menunjukkan emosi sederhana seperti yang ditunjukkan oleh anak berusia satu tahun. Nao juga mampu mempertontonkan berbagai macam gerakan, seperti berjalan, menari, duduk, berdiri, menendang dan meraih objek tertentu. Selain itu, robot ini juga mampu menolehkan kepala ke arah seorang pembicara atau sumber suara. Nao memiliki tinggi sekitar 58 cm dan berat 4.3 kg. Robot ini memiliki kemampuan autonomi selama 90 menit dengan gerakan jalan konstan serta bisa di-c

29 Robot Gantikan Guru Bahasa Inggris

SEOUL, KOMPAS.com - Sebanyak 29 robot akan mulai mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak di Korea Selatan. Kementerian Pendidikan, Selasa (28/12/2010), menyebutkan, robot putih oval itu disebut Engkey, dan dikembangkan oleh Institut Ilmu Pengetahuan Teknologi Korsel (KIST). Ke-29 robot itu mulai mengajar pada Senin di 21 sekoldah dsar di kota Daegu, wilayah tenggara Korsel. Robot tersebut setinggi satu meter dan berwajah layar televisi, bergerak dalam kelas menggunakan roda sebagai kaki saat berbicara kepada siswa. Ia juga membaca buku dan menari mengikuti musik dengan menggerakkan kepala dan tangannya. Wajah robot tersebut digambarkan sebagai perempuan berkulit putih, dikendalikan jarak jauh oleh guru bahasa Inggris di Filipina yang dapat melihat dan mendengar para siswa melalui sistem kendali jarak jauh. Kamera mendeteksi ekspresi wajah guru di Filipina dan dalam sekejap tampak pada "wajah" robot, kata ilmuwan senior KIST Sagong Seong-Dae. "Guru dari Filipina yang ter

pesawat-pesawat canggih

1. V-22 Osprey Pencarian untuk mesin hybrid yang dapat mendukung peran helikopter dan pesawat terbang sangatlah lama dan kembali lagi pada era perang dingin. V-22 mendorong batas manusia dalam mendesain pesawat terbang. Ini adalah mahkota permata dari kerja keras dan biaya yang tinggi. Mesin ini dapat melakukan pendaratan dan lepas landas dari tempat yang sangat kecil dan sulit, dimana transportasi pesawat terbang biasa hanya mungkin dilakukan dengan penerjunan parasut. diantara kemampuannya adalah kecepatannya dapat mencapai 560 km per jam dalam penerbangan, memuat 27 ton kargo dan bisa mencapai ketinggian hingga 7.900 meter. Angkatan bersenjata Amerika Serikat telah di lengkapi dengan kendaraan luar biasa ini. 2. Antonov An-225 Mriya ("Mimpi") adalah sebutan untuk pesawat ini. Sebuah peralatan terbang yang sungguh luar biasa, pesawat ini cukup besar untuk membawa modul dan pesawat ruang angkasa. Mesin dengan sayap paten kokoh terbesar didunia ini pasti akan menarik perhatia